Jepang Larang Turis Makan Sambil Berjalan

Hasil gambar untuk street food japan

Via : boutiquejapan.com

Plankton – Jepang atau dikenal dengan sebutan Negeri Matahari Terbit kiat diminati sebagai salah satu tujuan wisata di Asia Timur.

Kebiasaan baik masyarakat ini tercermin dalam beragam aturan baik yang tertulis maupun yang tak tertulis. Oleh sebab itu, sebelum berwisata ke Jepang, Anda perlu mempelajari beragam peraturan ini.

Aturan yang populer dan mungkin sudah Anda ketahui adalah larangan mengambil foto orang lain dengan sembarangan.

Jika Anda mengambil foto tanpa meminta izin kepada orang yang bersangkutan, maka Anda akan dianggap ofensif dan melanggar hak privasi orang lain.

Di Jepang Anda juga harus menahan diri untuk tidak berbicara, bernyanyi, atau tertawa terlalu keras, sambil berjalan. Karena bagi orang Jepang hal tersebut dianggap tidak sopan.

Namun taukah Anda? Ada aturan lain yang patut Anda ketahui. Di Jepang Anda dilarang makan sambil berjalan.

Makan sambil berjalan

Gambar terkait

Via : livejapan.com

Salah satu hal yang menjadi konsentrasi orang Jepang adalah mengenai kebersihan. Dengan kata lain, orang Jepang sangat membenci sampah. Oleh sebab itu sebagai pendatang, Anda dianjurkan untuk menghormatinya.

Baca Juga : 5 Tips Berwisata saat Ramadhan agar Puasa Tetap Lancar

Inilah sebabnya beberapa tujuan wisata di negara ini sudah mulai meminta turis untuk berhenti makan sambil berjalan. Salah satu tempat tersebut adalah Pasar Nishiki, atau dikenal penduduk setempat sebagai dapur Kyoto.

Pasar ini menawarkan lebih dari 120 toko yang menjual kyasai atau semacam sayuran khas, ikan segar, atau sayuran acar, serta toko-toko yang menjual makanan yang mudah dimakan sambil berjalan-jalan di gang-gang  yang sempit dan ramai.

Menimbulkan Sampah

Hasil gambar untuk litter

Via : cleaneuropoenetwork.eu

Selain berpotensi menimbulkan sampah, ada alasan lain yang menjadi perhatian utama otoritas setempat. Beberapa camilan yang dilengkapi semacam tusuk sate dari tempat ini beresiko melukai orang lain apabila tak dibuang dengan benar.

Baca Juga : Tips Hemat Bagasi Kala Tarif Meningkat

Tak hanya itu, makan sambil berjalan di daerah ramai dikhawatirkan dapat mengotori pakaian orang lain yang tak sengaja menabraknya. “Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, asosiasi telah meminta toko sejak Oktober lalu untuk menampilkan tanda-tanda yang mengatakan, ‘Tidak makan sambil berjalan’ dalam bahasa Jepang, Inggris, Cina dan Korea,” ujar otoritas setempat kepada The Japan Times.

Sebaliknya, pengunjung disarankan untuk memakan makanan mereka di toko tempat makanan itu dibeli. “Kami ingin menjadikan jalan ini tempat di mana wisatawan dan penduduk dapat merasa nyaman,” tandasnya.

Sumber : Sherly Puspita Via Kompas.com

Ingin berbagi cerita menarik seputar wisata?

Kirimkan ceritamu ke redaksi@planktontour.com


wisata baru di malang, paket wisata malang,  tips traveling, wisata ramadhan, puasa, jepang, turis

About Author

client-photo-1
Plankton Tour & Travel
We are a travel & tour company based in Malang, Indonesia which delivers outstanding adventure travel experiences.

Comments

Tinggalkan Balasan